DIMENSI KEHIDUPAN

Selayang Pandang:  
Assalamu'alaikum Wr.Wb Ya Akhi Wa Ukhti :)

Ahlan wa sahlan di Dimensi Kehidupan.

Hadirnya Dimensi Kehidupan sebagai pengingat dalam kehidupan,

agar kita selalu Istiqamah dan mengingatNya dalam kehidupan ini.

Dimana kehidupan yang luas, mungkin diantara kita pernah

melakukan berbagai hal yang salah di kehidupan ini.

Dimen berharap dengan sedikit pengambaran yang ada dalam konten blog dimen ini

membuat kehidupan kita lebih bermakna dan lebih mempunyai arti serta mawas diri di kehidupan ini.

Syukron atas kunjungannya. Barakallah wa Jazakumullahu Khairan Ya Akhi Wa Ukhti.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb





















ARTIKEL DIMENSI KEHIDUPAN

Tampilkan postingan dengan label Buletin Dakwah. Tampilkan semua postingan

gravatar

IHWAL ETIKA TAKZIYAH

Salah satu nikmat Allah yang dikarunakan kepada kita adalah disempurnakan-Nya agama Islam untuk kita. Dia menyempurnakan nikmat kita, mengutus rasul yang penyayang kepada kita umatnya. Tidak satu pun kebaikan kecuali Rasulallah tersebut telah menunjukkannya kepada kita, dan tidak satu pun keburukan melainkan Rasulallah Saw memperingatkan kita. Dan, diantara kebaikan yang telah Rasulallah Saw tunjukkan kepada kita adalah etika atau tata cara yang mencangkup segenap urusan agama dan keduniaan. Dalam ibadah terdapat etika, dalam muamalah terdapat etika, berinteraksi dengan manusia ada etika, dengan lingkungan keluarga, dan anak-anak perlu adanya etika atau norma. Etika-etika tersebut ada yang sunnah, ada yang wajib, serta ada yang mubah hukumnya. Salah satu bagian dari etika bermuamalah adalah etika

Read More...
gravatar

Haji yang Mabrur

Rasulallah Saw bersabda: “Haji yang mabrur tidak mempunyai balasan, melainkan surga” [Muttafaqun’Alaih]

Ibadah Haji senantiasa dikaitkan dengan kata-kata “mabrur”. Sering kita dengar orang atau mungkin kita sendiri pernah mengucapkan: “Selamat menunaikan ibadah haji. Semoga selamat sejak mulai berangkat, selama berada di tanah suci, hingga tiba kembali lagi ke tanah air, dan semoga menjadi haji yang mabrur”. Ucapan tersebut sudah sangat populer dan sudah membudaya, dan terasa kurang familiar rasanya kalau tidak diucapkan kepada sanak-keluarga, teman atau tetangga kita yang akan berhaji menunaikan rukun Islam kelima tersebut ke tanah suci, tanpa disadari sudah menjadi sebuah do’a yang standar.

Read More...
gravatar

Berkurbanlah Bagi Yang Mampu

Firman Allah Swt: “Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak, maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkubanlah.” [Q.S.Al-Kautsar (108):1-2].

Tanpa terasa, sebentar lagi kita akan merayakan Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban lazim disebut juga hari Raya Haji. Tidak sedikit umat muslim melakukan penyembelihan hewan kurban dan mungkin pula termasuk kita sendiri, keluarga atau tetangga kita. Namun sayangnya masih ada pula diantara kita yang kurang atau belum memahami makna dan ketentuan-ketentuan tentang kurban, baik berdasarkan firman – firman Allah Swt maupun hadits-hadits

Read More...
gravatar

Beberapa Hal Tentang Shalat

SHALAT mempunyai beberapa syarat, jika tidak dipenuhi maka shalat itu tidak sah, kecuali karena ada sesuatu halangan syar’i. Syarat-syarat sahnya shalat tersebut adalah sebagai berikut;

1. MENGETAHUI MASUKNYA WAKTU. Dalam hal ini cukup berdasarkan dengan dugaan kuat, karena itu, jika seseorang telah yakin atau berat sangka, bahwa waktu shalat telah masuk atau diperolehnya dari pemberitahuan orang jujur, seruan adzan dari muadzin yang dapat dipercaya atau hasil ijtihad (usaha pribadi). Demikian itu berdasarkan firman Allah SWT, “Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” [Q.S An-Nisa’(4):103].

Read More...
gravatar

Panduan I’tikaf Ramadhan

I’tikaf secara bahasa berarti menetap pada sesuatu. Sedangkan secara syar’i, i’tikaf berarti menetap di masjid dengan tata cara yang khusus disertai dengan niat. [1
Dalil Disyari’atkannya I’tikaf
            Ibnu Mundzir mengatakan, “Para ulama sepakat bahwa i’tikaf itu sunnah, bukan wajib kecuali jika seseorang mewajibkan bagi dirinya bernadzar untuk melaksanakan i’tikaf.”[2]
Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alihi wa sallam biasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Namun pada tahun wafatnya, Beliau beri’tikaf selama dua puluh hari.”[3]

Read More...
gravatar

Kisah Maulid Nabi Muhammad SAW

Assalamu ‘alaikum wrahmatullahi wabarakatuh,
Fakta yang sesungguhnya dari kehidupan Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada riwayat yang menyebutkan beliau pada tiap ulang tahun kelahirannya melakukan ritual tertentu. Bahkan para shahabat beliau pun tidak pernah kita baca dalam sejarah pernah mengadakan ihtifal secara khusus setiap tahun untuk mewujudkan kegembiraan karena memperingati kelahiran Nabi SAW.
Bahkan upacara secara khusus untuk merayakan ritual maulid nabi SAW juga tidak pernah kita dari generasi tabi’in hingga generasi salaf selanjutnya. Perayaan seperti ini secara fakta memang tidak pernah diajarkan, tidak pernah dicontohkan dan juga tidak pernah dianjurkan oleh Rasulullah SAW, para shahabat bahkan para ulama salaf di masa selanjutnya.
Perayaan maulid nabi SAW secara khusus baru dilakukan di kemudian hari. Dan ada banyak versi tentang siapa yang memulai tradisi ini. Sebagian mengatakan bahwa konon Shalahuddin Al-Ayyubi yang mula-mula melakukannya, sebagai reaksi atas perayaan natal umat Nasrani. Karena saat itu di Palestina, umat Islam dan Nasrani hidup berdampingan. Sehingga terjadi interaksi yang majemuk dan melahirkan berbagai pengaruh satu sama lain.

Read More...
gravatar

Berlapang Dada Dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang Ma’ruf, mencegah dari yang munkar, dari beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-rang yang fasik” (OS. Ali Imran[3]:110)..

Definisi klasik yang diberikan para musafir mengatakan bahwa yang makruf adalah “Apa yang diperintahkan agama (al-syar’i) dan dinilai baik oleh akal sehat”. Kemudian yang mungkar adalah “Apa yang dilarang agama dan dinilai buruk oleh akal sehat.” Definisi singkat ini cukup komprehensif untuk menjelaskan muatan doktrin itu. Perintah dan larangan agama pada esensinya hanya punya satu tujuan: agar manusia secara perseorangan dan kolektif tetap berada di atas jalan lurus dan dalam bingkai moral yang jelas.

Read More...

Entri Populer

Label